[postlink]http://insanpolitik.blogspot.com/2010/03/artikel-profile-berita-sejarah.html[/postlink]
insan politik / masyarakat politik / berita
manusia di ciptakan sebagai mahluk monodualis, artinya di samping sebagai mahluk pribadi manusia juga merupakan mahluk sosial ( homo secius ), manusia merupakan mahluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainya. sebagai mahluk sosial, sesungguhnya manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain. manusia dengan aktivitasnya, telah membentuk kelompok- kelompok di dalam satu wilayah tertentu yang dapat di sebut dengan masyarakat.
manusia di ciptakan sebagai mahluk monodualis, artinya di samping sebagai mahluk pribadi manusia juga merupakan mahluk sosial ( homo secius ), manusia merupakan mahluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainya. sebagai mahluk sosial, sesungguhnya manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain. manusia dengan aktivitasnya, telah membentuk kelompok- kelompok di dalam satu wilayah tertentu yang dapat di sebut dengan masyarakat.menurut robet mac Iver , masyarakat adalah suatu sistem hubungan-hubungan yang tetib/ teratur ( society means a sytem of ordered relations )
di antara hubungan-hubungan yang di lakuan antara manusia. terdapat suat hubungan yang sangat mempengaruhi sebagian besar aspek kehidupan manusia, hubungan-hubunga tersebut adalah hubungan politik, dalam politik manusia mengembangkan kegiatan-kegiatan yang di arahakan didalam politik inilah manusia membentuk hubungan-hubungan yang mengarah pada terbentuknya suatu masyarakat politik,
A. MANSUSIA SEBAGAI INSAN POLITIK
aristoteles (384-322 SM ) menyebut manusia sebagai zoom politicon dalam hal ini menurut aristoteles, manusia tidak hidup sendirian, bukan pula hanya merupakan bagian dari sebuah kelompok kecil, melainkan menjadi bagian sari suatu komunitas yang lebih besar,yaitu masyarakat.manusia sebenarnya mempunya naluri (instinct ) untuk hidup berkawan dan hidup besama dengan orang lain. dalam kehidupan bersama itu mereka bekerja sama dalam memenuhi segala aktifitas dan kebutuhan.
kerja sama merupakan salah satu bentuk ineraksi (hubungan) yang di bangun oleh sitiap manusia yang satu dengan manusia yang lain.kita tahu bahwa dalam masyarakat, orang hidup bersama.tetapi kebersamaan itu tidak akan bermakna apabila orang tidak melakukan interaksi dengan orang lain. orang dapat berkomunikasi bekerja sama bahkan bersaing sau sama lain. interaksi seperti inilah yang dapat membuat kehidupan menjadi demokratis
2. PARTISIPASI POLITIK
telah diuraiakn diatas bahwa politik merupakan erena untuk memperjuangkan kepenting. dan konteks yang luas, anggota masyarakat dalam wilayah tertentu bersepakat bahwa untuk mewujudkan tujuan bersama, mereka perlu membentuk suatu asosiasi bersama yang bernama negara. Negara adalah sebagai suatu organisasi, merupakan sistem politik yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan bersama, untuk mencapai tujuan bersama, setiap insan politik harus menunjukan aktivitasnya yang berkaitan dengan warga negara pribadi ( private citizen ) aktivitas tersebut di tujukan untuk ikut mempengaruhi pengambilan sutau keputusan oleh pemerintah. . . .
berbagai bentuk partisipasi politik tersebut dapat dilihat dari berbagai kepentingan warga negara yang mencakup hal-hal berikut.
- terbentuknya organisasi-organsasi politik maupun organisasi masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial, sekaligus penyalur aspirasi rakyat yang ikut menentukan kebijakan negara
- lahirnya lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) sebagai kontrol sosial maupun pemberi input terhadap kebijakan pemerintah.
- pelaksanaan pemilu yang memberi kesempatan kepada warga negara utuk memilih atau dipilih, misalnya berkampanye,menjadi pemilih aktif, menjadi anggota perwakilan rakyat, dan sebagainya
- munculnya kelompok-kelompok kontemporer yang memberi warna pada sistem input dan outpput kepada pemerintah, misalnya : melalui unjuk rasa, petisi, protes,demontrasi, dan sebaginya.
patut dimengerti bahwa partisipasi politik